Gerbang Nusantara News

Sosial Politik

PENDIDIKAN

WISATA

Foto

Video

03 Februari 2026

TPQ Al Khoiriyah 2 Mulyorejo Dalegan Gelar Imtihan, Santri Berprestasi dan Apresiasi untuk Nurul Hayat


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com 

TPQ Al Khoiriyah 2 Mulyorejo Dalegan Panceng sukses menyelenggarakan Khotmil Qur’an dan Imtihan pada Senin (2/2/2026). Acara penuh khidmat ini menjadi momentum penting bagi 18 santri/wati yang dinyatakan lulus dengan nilai gemilang.  

Tak hanya itu, santri TPQ Al Khoiriyah 2 juga menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Al-Qur’an dan Festival Santri tingkat kecamatan hingga kabupaten.  

Dalam kesempatan tersebut, Kepala TPQ Al Khoiriyah 2 Mulyorejo Dalegan Panceng, Ustadzah Kholifah, S.PdI, memberikan penghargaan khusus kepada Yayasan Nurul Hayat atas dedikasi dan dukungan nyata berupa bantuan meja belajar untuk santri serta program ketahanan pangan melalui pemberian ayam petelur bagi salah satu guru TPQ.  

Mewakili Nurul Hayat, Ustadz Muhammad Aqib menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi tersebut. “Alhamdulillah, sejatinya aksi sosial yang kami lakukan murni untuk menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama,” ungkap Kang Aqib.  

Acara Imtihan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya KH. Alfin Sunhaji, M.Pd (Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo Dalegan), KH. Sumardi (Rois Syuriah Ranting NU Mulyorejo Dalegan), serta Ustadz Imam Akbar (Penanggung Jawab TPQ Kecamatan Panceng).  

Santri Berprestasi Tashih Akhir

- Peringkat 1: Muhammad Nurudin Hadi Wijaya (nilai 76,9)  

- Peringkat 2: Daffa Kevin Rizqullah (nilai 76,1)  

- Peringkat 3: Nihayatul Fahmiyah (nilai 74,1)  

Prestasi Festival Al-Qur’an & Festival Santri

- Andini Syakila Rahmatiani – Juara Pildacil TKA Pi tingkat kecamatan & Juara 2 tingkat kabupaten  

- Nabila Raisa As Shofi – Juara 1 Pildacil TQA Pi tingkat kecamatan & Juara 3 tingkat kabupaten  

- Febriyanti Mulidah Hasanah – Juara 1 Tahfidz Qur’an Juz 30 Pi tingkat kecamatan  

- Hafy Syakir Robbani – Harapan 1 Tahfidz Qur’an Juz 30 Pa & Harapan 1 Tartilul Qur’an tipe B Pa tingkat kecamatan  

- Muhammad Nurudin Hadi Wijaya – Juara 3 Lomba Adzan dan Iqomah TPQ/TPA tingkat kecamatan  

- Daffa Saputra Arizzki – Harapan 1 Pildacil TQA Pa tingkat kecamatan  (Didik Telisik)

02 Februari 2026

Klinik Annahdlah MWCNU Dukun Gelar Pengobatan Gratis di Momen Harlah NU ke-100


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Sebagai wujud syukur atas pengabdian dan khidmat dalam melayani umat di bidang kesehatan, Klinik Pratama Annahdlah MWCNU Dukun menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis bagi warga NU pemilik akses BPJS. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Harlah NU ke-100 tahun 2026, bertempat di ruang Klinik Annahdlah, kompleks perkantoran MWCNU, Jalan Raya Mojopetung, Dukun, Gresik, pada Sabtu (31/01/2026).  

Direktur Klinik Annahdlah MWCNU Dukun, H. Moh Amin Syam, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.  

"Alhamdulillah, dalam rangka Harlah NU ke-100, Klinik Pratama Annahdlah mengadakan pengobatan gratis bagi warga NU Dukun. Ini merupakan bagian dari khidmat dan pelayanan terbaik yang kami persembahkan," ujarnya.  

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi LKNU Gresik agar momentum Harlah NU dimanfaatkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis. “Semoga ikhtiar ini menjadikan warga NU Dukun sehat dan terhindar dari segala penyakit, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan,” terangnya.  

Sementara itu, Katib Syuriah MWCNU Dukun berharap agar warga NU yang memiliki BPJS di Klinik Annahdlah senantiasa memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. “InsyaAllah para petugas Klinik akan selalu membantu dengan senang hati,” ungkapnya.  

Sebagai informasi, pada tahun 2026 Klinik Annahdlah MWCNU Dukun juga berencana merealisasikan layanan rawat inap dengan pelayanan prima, menyadari bahwa tidak semua penyakit dapat dirujuk ke rumah sakit kelas satu.  (Syafik Hoo)  

30 Januari 2026

Musyawarah Antar Desa (MAD) Tahunan BUMDESMA Maju Sejahtera LKD Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com

Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Maju Sejahtera LKD Kecamatan Balongpanggang kembali menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) Tahunan di Aula KPRI Bina Karya, tepat di depan Lapangan Gelora 17 Agustus. Agenda ini menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta penetapan program kerja untuk tahun mendatang.  

Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 30 Januari 2026 ini dihadiri oleh Forkopimcam Balongpanggang, para Kepala Desa se-Kecamatan Balongpanggang, Ketua BPD, serta perwakilan Ketua Kelompok SPP. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Camat Balongpanggang, hingga laporan pertanggungjawaban dan paparan program kerja.  

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Penasehat BUMDESMA Maju Sejahtera, Siswadi, SP., menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan keseriusan pengurus serta anggota. Ia menegaskan bahwa MAD bukan hanya bentuk transparansi dan pertanggungjawaban, tetapi juga wadah aspirasi, kritik konstruktif, serta forum evaluasi tahunan. Siswadi menekankan bahwa BUMDESMA tidak hanya bergerak di bidang bisnis, tetapi juga sosial, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pencarian terobosan relevan demi kesejahteraan bersama.  

Siswadi juga memaparkan perkembangan unit usaha yang telah dijalankan, termasuk pencapaian total aset sebesar Rp18.933.975.605, meningkat dari sebelumnya *Rp13 miliar.* 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas, Suwito, menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam pengelolaan permodalan, mengingat kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya membaik. Ia menekankan perlunya kehati-hatian agar perputaran usaha tetap sehat dan berkelanjutan.  

Dalam laporan pertanggungjawaban, Direktur BUMDESMA Maju Sejahtera, Indah Zulianah, menyampaikan terima kasih atas dukungan Dewan Pengawas, Dewan Penasehat, serta seluruh Kepala Desa. Ia mengapresiasi kekompakan jajaran pengurus dan kelompok usaha, serta menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan menerima saran maupun kritik demi kemajuan bersama.  

Dengan semangat kebersamaan, MAD Tahunan ini menjadi momentum penting bagi BUMDESMA Maju Sejahtera untuk memperkuat transparansi, memperluas manfaat sosial, dan menetapkan arah program kerja tahun 2026 yang lebih progresif.(WLO)

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI 2025


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Kabupaten Gresik berhasil meraih Penghargaan Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025. Pengumuman penghargaan ini disampaikan secara daring dari Aula Ombudsman RI, Jakarta, dan diikuti secara virtual oleh jajaran Pemkab Gresik.  

Penilaian ini bertujuan mendorong perbaikan serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh. Mulai tahun 2025, mekanisme pengawasan pelayanan publik resmi bertransformasi menjadi Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, dengan hasil yang dituangkan dalam bentuk kategori opini, bukan lagi skor numerik.  

Pelaksanaan penilaian berlangsung pada September hingga November 2025, melibatkan 38 kementerian, 8 lembaga, 38 pemerintah provinsi, 56 pemerintah kota, serta 170 pemerintah kabupaten. Penilaian mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dengan empat dimensi utama:  

- Input: kesiapan SDM dan sarana prasarana  

- Proses: pemenuhan standar pelayanan publik  

- Output: persepsi maladministrasi dari pengguna layanan  

- Pengaduan: pengelolaan laporan masyarakat  

Selain Kabupaten Gresik, enam kabupaten lain juga meraih penghargaan serupa, yakni Banggai, Banggai Laut, Bojonegoro, Demak, Jember, dan Sidoarjo.  

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menegaskan bahwa opini ini bukan sekadar penilaian, melainkan bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.  

“Opini Ombudsman ini bukan sekadar penilaian, tetapi bagian dari upaya perbaikan, penyempurnaan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia,” ujarnya.  

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh perangkat daerah.  

“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, transparan, dan akuntabel. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi,” ungkapnya.  

Washil menambahkan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi berkelanjutan agar kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik terus meningkat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.  

“Ke depan, kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar tetap sesuai standar, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta bebas dari praktik maladministrasi,” pungkasnya.  

Dengan capaian ini, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola, memperluas inovasi layanan, serta menjaga integritas mekanisme pengaduan masyarakat, sehingga pelayanan publik tetap bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan warga.(WLO)

Green Residence Balongpanggang: Hunian Strategis di Jalur Segitiga Emas Gresik–Surabaya–Mojokerto


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 

Seiring dengan meningkatnya aktivitas di jalan provinsi jalur Gresik–Mojokerto, terutama setelah beroperasinya Trans Jatim Koridor Gresik–Mojokerto serta hadirnya destinasi wisata unggulan Gresik Universal Science (GUS) di kawasan Gresik Selatan, perhatian berbagai lini bisnis pun tertuju pada kawasan ini.  

Salah satunya adalah PT Bumi Sentosa Indonesia (BSI) yang menghadirkan solusi hunian strategis sekaligus bernilai investasi masa depan melalui proyek Green Residence Balongpanggang.  


Dengan lokasi tepat di Jalan Raya Provinsi, Green Residence menawarkan keunggulan:  

- Rumah Subsidi dengan DP hanya Rp2 juta dan angsuran Rp1 juta per bulan.  

- Rumah Komersil dengan harga terjangkau, cocok untuk keluarga maupun investasi jangka panjang.  

- Akses transportasi mudah, dekat pusat bisnis dan wisata, menjadikannya hunian yang “tidak ada duanya.”  

Dirut PT BSI, Sudadi, SE., M.M., menyampaikan bahwa proyek ini merupakan solusi hunian yang bernilai investasi ke depan. “Green Residence didukung oleh banyak fasilitas, antara lain dekat dengan rumah sakit, pasar, serta adanya embrio wisata desa di Gresik Selatan. Dengan harga yang terjangkau, kami optimis hunian ini akan menjadi pilihan tepat bagi masyarakat. Selain itu, proyek ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap Program 3 Juta Rumah Subsidi untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang digagas Presiden Prabowo,” ujarnya kepada media GNN gerbangnusantaranews.com pada 29 Januari 2026.

Segera hadir, hunian nyaman dengan harga bersahabat, hanya di Green Residence Balongpanggang – pilihan tepat bagi masyarakat yang mendambakan rumah murah, strategis, dan penuh nilai investasi.(WLO)

28 Januari 2026

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026, Bukti Komitmen Perlindungan Kesehatan Warga


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Kategori Madya dalam ajang bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan ini menjadi apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gresik. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah. Hingga 1 Januari 2026, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik telah mencapai 99,92 persen atau 1.335.573 jiwa, dengan tingkat keaktifan 90,60 persen. Peran kepala daerah sangat menentukan, khususnya dalam mendorong masyarakat untuk terdaftar dan menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah,” ujarnya, Selasa (27/01).  

Menurut Janoe, capaian UHC tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat. BPJS Kesehatan terus berinovasi dengan memperkuat layanan primer, menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan, serta menghadirkan kanal layanan digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Fitur-fitur ini memudahkan peserta mengakses layanan kapan pun dan di mana pun, termasuk fitur i-Care JKN yang memungkinkan dokter melihat riwayat pelayanan peserta secara cepat dan tepat.  

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. “Kami berkomitmen menjaga capaian UHC ini dengan meningkatkan kualitas layanan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.  

Dengan capaian ini, Kabupaten Gresik meneguhkan posisinya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan layanan kesehatan inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warganya.(qa)

27 Januari 2026

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026, Bukti Komitmen Layanan Kesehatan Berkualitas


Jakarta, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Madya dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, mewakili Bupati Gresik, pada acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO), Selasa (27/1).  

Wakil Bupati Gresik menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperluas akses layanan kesehatan serta memastikan seluruh warga memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.  

Lebih lanjut, Wabup Alif menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menjaga dan meningkatkan capaian UHC melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam Nawakarsa, khususnya program Gresik Sehati.  

“Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” tambahnya.  

UHC Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil menjamin penduduknya memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau melalui Program JKN. Penghargaan terdiri atas beberapa kategori, dengan kategori Utama sebagai tingkat tertinggi bagi daerah dengan kepesertaan dan keaktifan JKN yang tinggi serta kebijakan daerah yang berkelanjutan.  

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa capaian UHC tidak boleh berhenti pada status atau kategori semata. “Tahun depan, daerah yang berada pada kategori Madya harus naik menjadi Utama. Bagi daerah yang telah mencapai kategori Utama, tidak ada pilihan lain selain terus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” tegasnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. “Alhamdulillah, terima kasih atas arahan dan bimbingan pimpinan daerah serta peran aktif seluruh perangkat daerah dan masyarakat. Mari terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Sehatnya rakyat adalah tujuan utama,” tuturnya.  

Dengan penghargaan ini, Kabupaten Gresik semakin meneguhkan posisinya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.  


KPA Gresik Terbitkan Buku Saku HIV/AIDS, Edukasi Masyarakat dan Hapus Stigma


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik resmi meluncurkan buku saku HIV/AIDS sebagai langkah strategis meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sekaligus kepedulian masyarakat terhadap pencegahan, penularan, dan penanganan HIV/AIDS secara tepat dan berkelanjutan.  

Buku saku ini disusun dengan bahasa sederhana, ringkas, dan mudah dipahami sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kehadirannya diharapkan menjadi media edukasi efektif sekaligus sarana untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Gresik.  

Menurut Nur Chakim, S.Kep., Ners, penerbitan buku saku ini merupakan wujud komitmen KPA Gresik dalam memberikan edukasi berbasis fakta. “Masih banyak kesalahpahaman terkait HIV/AIDS di tengah masyarakat. Melalui buku saku ini, kami ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, pentingnya pemeriksaan dini, serta bagaimana bersikap bijak dan manusiawi terhadap ODHA,” jelasnya.  

Tim penulis buku saku terdiri dari lintas profesi, yakni dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P; Nur Chakim, S.Kep., Ners; Retno Twistiandayani, S.Kep., Ns., M.Kep; Nisbaningsih, SST; Yudhi Santoso, ST; dr. Abdul Fatah, Sp.PD-FINASIM; serta Eka Sulia Ningsih. Kolaborasi ini menjadikan isi buku lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga aspek edukasi dan sosial kemasyarakatan.  

Melalui penerbitan buku saku ini, KPA Gresik berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS, berani melakukan pemeriksaan secara sukarela, serta mampu menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. Buku saku tersebut akan disosialisasikan melalui berbagai kegiatan edukasi dan layanan kesehatan di bawah koordinasi KPA Kabupaten Gresik.  

Gresik Nyaris 100% UHC, Bukti Nyata Perlindungan Kesehatan Warga


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Kabupaten Gresik meneguhkan komitmennya dalam melindungi kesehatan warganya melalui Program Universal Health Coverage (UHC). Memasuki tahun ke-empat pelaksanaan, capaian UHC di Gresik bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang komprehensif, bermutu, dan bebas hambatan finansial.  

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, Bupati, serta jajaran pemangku kepentingan. “Proses mencapai UHC tentu tidak mudah. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, hingga seluruh stakeholders, menjadi kunci dalam memastikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Mari kita kawal bersama penyelenggaraan JKN agar tetap optimal,” ujarnya, Senin (26/01).  

Hingga 1 Januari 2026, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik telah mencapai 1.335.573 jiwa dari total penduduk 1.336.694 jiwa, atau 99,92% dengan tingkat keaktifan sebesar 90,60%. Janoe berharap capaian ini dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi motor penggerak dukungan terhadap keberlangsungan Program JKN sebagai program strategis nasional.  

“Capaian UHC ini bukan akhir dari segalanya. Kami masih memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk menjaga kepesertaan dan tingkat keaktifan peserta, agar seluruh penduduk Gresik tetap terlindungi jaminan kesehatannya,” tambahnya.  

Selain cakupan peserta, BPJS Kesehatan juga berkomitmen meningkatkan mutu layanan melalui transformasi digital. Inovasi seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp Pandawa (08118165165), serta Care Center 165 yang beroperasi 24 jam, dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kapan pun dan di mana pun.  

Apresiasi atas terwujudnya UHC datang dari warga Gresik, Rahmad Saleh (38). Ia merasakan langsung manfaat program ini bagi keluarganya. “Kami lega menjadi penerima manfaat UHC. Negara benar-benar hadir melindungi kesehatan warganya, terutama bagi yang kesulitan finansial. Lewat Mobile JKN, semua administrasi jadi praktis. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Gresik, semoga program ini terus menebarkan manfaat,” ungkapnya.  

Dengan capaian hampir sempurna, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa komitmen, kolaborasi, dan inovasi adalah fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan terlindungi.(na/qa)

25 Januari 2026

Rakernas Tilawati 2026: Meneguhkan Dakwah Al-Qur’an Profesional dan Spiritual di Era Disrupsi


SURABAYA, GNN gerbangnusantaranews.com
Tilawati Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dengan tema “Penguatan Manajemen Organisasi Dakwah yang Profesional di Era Disruption”. Agenda strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah gerak dakwah Al-Qur’an di tengah tantangan zaman yang terus berubah.  

Rakernas yang berlangsung pada 23–25 Januari 2026 di Hotel Namira, Surabaya, diikuti oleh para kepala cabang Tilawati dari seluruh Indonesia. Forum nasional ini diharapkan mampu melahirkan manajemen dakwah yang semakin profesional, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga ruh spiritualitas sebagai fondasi utama.  

Dalam sambutannya, Dr. KH Umar Jaeni, M.Pd. menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme manajerial dan penguatan spiritualitas. Ia mengajak seluruh peserta untuk menata organisasi dengan sistem yang baik tanpa melupakan riyadhoh sebagai inti dakwah.  

“Mari kita tata manajemennya dengan profesional. Namun, jangan lupa riyadhohnya juga harus ditingkatkan. Guru ngaji jangan sampai lupa mendoakan guru-guru, santri, dan saudara-saudara kita,” ujarnya.  

Ia mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan zaman, para penggiat dakwah harus tetap menjaga kedekatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan pendekatan spiritual, menurutnya, adalah kunci keberkahan dakwah Al-Qur’an.  

Rakernas Tilawati 2026 secara resmi dibuka oleh Dr. H. Basnang Said, M.Ag., Direktur PD Pontren Kemenag RI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Tilawati mampu menjangkau lebih luas, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi hingga ke seluruh kabupaten dan pelosok Indonesia.  

“Yakinlah, yang mengajarkan Al-Qur’an tidak akan pernah miskin. Karena ada keberkahan di setiap pengajaran Al-Qur’an yang disampaikan,” tegasnya.  

Pada kesempatan tersebut, Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah menerima penghargaan atas kolaborasi Dakwah Digital bersama Suara Surabaya melalui program Dialog Fajar yang telah berjalan selama delapan tahun. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Tilawati dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.  

Melalui Rakernas ini, Tilawati Indonesia meneguhkan langkah untuk menghadirkan dakwah Al-Qur’an yang profesional, berkarakter, dan penuh keberkahan di era disrupsi, sekaligus memperkuat peran guru ngaji sebagai penjaga cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat.

24 Januari 2026

Samurai Jalu Gelar Pameran Tunggal Kedua: ‘Mulai Dari Rumah’, Merayakan Kreativitas Anak di Ruang Keluarga


Sidoarjo, GNN gerbangnusantaranews.com
Seorang seniman anak berusia 12 tahun, Samurai Jalu dari Sanggar DAUN, kembali mencuri perhatian publik melalui pameran tunggal keduanya bertajuk “Mulai Dari Rumah”. Pameran ini berlangsung pada 24 Januari hingga 8 Februari 2026 di Rumah Ambarteja dan Larasrasa, Grand Royal Regency, Cluster Lavender, Wage, Taman, Sidoarjo.  

Berbeda dari pameran sebelumnya, kali ini Jalu berkolaborasi dengan sang ayah, Andy Rahman, seorang arsitek, yang menghadirkan rumah sebagai ruang pameran sekaligus laboratorium kreatif anak. Dua rumah bersebelahan yang baru selesai dibangun difungsikan sebagai galeri dengan konsep open house, menghadirkan suasana intim sekaligus segar bagi pengunjung.  

Pameran ini dikuratori oleh Arik S. Wartono, dengan narasi seni rupa dari Agus “Koecink” Sukamto dan Saiful Hadjar. Sebanyak 33 karya lukisan, instalasi, serta arsip proses kreatif sejak Jalu balita ditampilkan, memperlihatkan perjalanan imajinasi anak yang tumbuh dari aktivitas sederhana di rumah: mencoret dinding, lantai, pagar, hingga perabot.  

Menurut kurator Arik S. Wartono, pameran ini menjadi upaya mengubah paradigma masyarakat yang kerap menganggap aktivitas corat-coret anak sebagai pelanggaran norma. “Rumah adalah laboratorium kreatif pertama bagi anak. Pameran ini mengajak orang tua untuk melihat aktivitas tersebut sebagai ekspresi positif, bukan sekadar kenakalan,” ujarnya.  

Sang ayah, Andy Rahman, menambahkan bahwa karya Jalu justru membuat rumah menjadi hidup. “Arsitektur biasanya tampil steril dan indah. Namun ketika anak hadir dengan kreativitasnya, rumah berubah menjadi ruang penuh imajinasi dan memori masa kecil,” katanya.  

Agus “Koecink” Sukamto menilai kolaborasi ayah dan anak ini sebagai dialog tanpa kata. “Ayah membangun struktur, sementara Jalu menghidupkan jiwa rumah dengan goresan jujur dan liar. Setiap dinding bukan lagi penghalang, melainkan media komunikasi,” ungkapnya.  

Sementara itu, Saiful Hadjar menekankan bahwa rumah dapat menjadi sarana home schooling alternatif. “Rumah sebagai sarana, seni rupa sebagai prasarana. Keduanya saling melengkapi, memberi ruang bagi anak untuk berkembang sesuai kebutuhannya,” jelasnya.  

Selain pameran, akan digelar diskusi lintas disiplin: “Sketsa di Tengah Dunia Digital dan AI” pada 31 Januari 2026, serta “Relativitas Seni dan Arsitektur” pada 8 Februari 2026.  

Pameran “Mulai Dari Rumah” terbuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–14.30 WIB, mengundang masyarakat untuk hadir, berdialog, dan mengapresiasi karya-karya Samurai Jalu.(Didik Telisik Hati)

23 Januari 2026

Sistem Rujukan BPJS Kesehatan: Fakta Penting yang Wajib Diketahui Peserta JKN


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Sistem rujukan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan menjadi pintu utama untuk memastikan layanan kesehatan tepat sasaran dan berjenjang. Sejumlah fakta penting berikut perlu diketahui oleh peserta JKN dan masyarakat luas.  

Pertama, sistem rujukan berjenjang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan. Ketentuan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta regulasi turunannya, yang membawa perubahan besar dalam mekanisme rujukan.  

“Skema rujukan berjenjang ini dirancang untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan. Dengan sistem ini, setiap peserta memperoleh penanganan yang tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan medisnya,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Jumat (23/01).  

Kedua, mekanisme rujukan memastikan peserta JKN dengan keluhan ringan tetap ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan. Hal ini mencegah penumpukan pasien di rumah sakit rujukan lanjutan.  

“Bayangkan jika rumah sakit dipenuhi pasien dengan keluhan batuk atau flu yang seharusnya bisa ditangani di FKTP. Itu akan menghambat akses bagi pasien yang benar-benar membutuhkan layanan lanjutan,” tambah Janoe.  

Ketiga, rujukan hanya diberikan berdasarkan indikasi medis, bukan Atas Permintaan Sendiri (APS). Namun, terdapat pengecualian untuk kondisi tertentu yang memungkinkan peserta dirujuk langsung ke rumah sakit, seperti perawatan rutin hemodialisis, kemoterapi, radioterapi, layanan kesehatan jiwa, serta penyakit kronis dan khusus seperti hemofilia, thalasemia, kusta, TB-MDR, dan HIV-ODHA.  

Peserta lanjut usia di atas 65 tahun atau pasien dengan rencana pengobatan jangka menengah hingga panjang juga dapat memperoleh rujukan langsung tanpa harus kembali ke FKTP.  

Keempat, dalam kondisi gawat darurat, peserta JKN tidak diwajibkan membawa surat rujukan. Mereka dapat langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, baik yang bekerja sama maupun tidak dengan BPJS Kesehatan. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 dan Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.  

“Kondisi gawat darurat mencakup keadaan yang mengancam nyawa, seperti gangguan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, hingga penurunan kesadaran,” tegas Janoe.  

Penerapan sistem rujukan berjenjang ini juga mendapat dukungan dari FKTP. Kepala Puskesmas Karangandong, dr. Hilda Betsy Marlene R., menuturkan pihaknya konsisten menjalankan ketentuan rujukan sehingga rasio rujukan tetap rendah.  

“Kami selalu memberikan edukasi dan asesmen dengan komunikasi yang baik. Tidak semua penyakit harus dirujuk ke rumah sakit. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, kepercayaan peserta terhadap FKTP akan meningkat,” tutup Hilda.(rn/qa)

EKBIS

POTRET DESA

TNI